Sudut Kreatif

Sunday, August 21, 2011

SISIPKAN KALAHARI DIRI SELAIN DUNIA



Dalam kehidupan yang semakin mencabar ini, keindahanlah yang akan mententeramkan jiwa manusia. Kepalsuan dan pembohongan menjadi buah mulut setiap insane walaupun mengenali apa itu al-Haq. Umpama perjalanan yang jauh yang tak bisa dimengertikan pada suatu arah mana yang hendak dilalui. Jiwa-jiwa kebaikan semakin pupus.

Laungan keadilan yang sering bertukar ganti tidak seiring dengan perbuatan. Menjadi munafiq kepada diri sendiri.  Betullah kata-kata Sayyidul Syuhada Imam Husain as, Manusia setiap hari bertaubat dan menyesali setiap perbuatan jahat yang dilakukan, namun pada keesokan harinya kembali melakukan perkara yang sama, dan pada malamnya bertaubat kembali. Maksudnya hanya bibir yang melafazkan namun hati masih tersasar jauh dan tidak menyesali apapun.

Teringat satu kata-kata penyair Hujatul islam Hafiz Syirazi seorang sufi, “Engkau telah jatuh cinta, sehingga membuatmu menjadi lupa diri, dan telah cukup lama engkau berada di rumah cinta dalam kebingungan.”
Inilah, kehidupan yang begitu sukar untuk keluar menjadi ‘manusia’ sebenar sepertimana yang telah dilalui oleh manusia-manusia suci utusan Ilahi. Tidak berupaya menggapai hikmah-hikmah yang akan dikurniakan oleh-Nya karena tewas dalam pelukan nafsu sendiri. Hanya kata-kata perangsang yang bisa menyelamatkan. Dengan menggunakan sedikit akal yang dikurniakan pasti kita akan terselamat. Ingatlah, Jangan pernah meninggalkan bahtera Nuh, Yakni jangan lupa untuk senantiasa bersama dan bergaul dengan orang yang bertakwa dan taat beribadah. Jika tak seperti itu, maka apa yang dicita-citakan akan hancur berantakan. Dan kita akan dibinasakan oleh berbagai bencana kehidupan, sadarlah wahai kawan!

“Dan Kami tidak mengutus engkau (Muhammad), melainkan kepada semua umat manusia sebagai pembawa berita gembira dan sebagai pemberi peringatan, tetapi kebanyakan manusia tidak mengetahui.” – QS Saba’ ayat 28.

Malam-malam yang sunyi dan bening senantiasa dihabiskan dengan pelbagai ketidakmunafaatan. Beriadah mengikuti hawa nafsu kejahatan dan terus berlatih dalam jiwa agar menjauhkan diri dari pelbagai harakah kebaikan. Apa yang hendak dibanggakan jika kita tidak mahu berusaha menggapai Dia yang maha Kuasa di atas segala sesuatu. Rasulullah SAWW bersabda,” Kematian itu sudah cukup untuk memberikan peringatan kepada orang; akal itu sudah cukup untuk seorang penunjuk jalan; ketakwaan itu sudah cukup sebagai ketentuan; ibadah itu sudah cukup sebagai pekerjaan; Tuhan itu sudah cukup sebagai kawan dekat; Al-Quran itu sudah cukup sebagai penjelasan.”

Apa mungkin ada lafaz yang terbaik yang pernah kita dengar dan ikuti selain sabda Nabi SAWW di atas? Nabi Nuh AS bersabda.” Aku dapati dunia ini bagaikan sebuah rumah dengan dua pintu. Aku masuk melalui salah satu pintu dan keluar melalui pintu yang lain.” Begitulah keadaan orang yang diselamatkan oleh Allah, lalu bagaimana keadaan orang yang merasa senang di dunia ini, bergantung padanya, menyia-nyiakan hidupnya dengan menggalinya, dan dipenuhi oleh tuntutan-tuntutan duniawi?

Seorang penyair mengatakan.” Lama berdoa keinsafan sering menghisab kesalahan, namun Kristal yang penuh lendir fatamorgana menelusuri kembali ke lembah noda.”
Inilah yang aku sering tertanya, sampai bila aku dapat bertahan dengan akal yang seringkali tertewas melawan hawa nafsu yang meracun terus kehidupan. Adakalanya tidak terpandang dan tak terjangkau. Berharap dan akan terus menilai setiap permasaalahan kehidupan, muga dinampakkan segala keburukan diri. Dn terus berpaut pada tali yang terentang di antara langit dan bumi.

Teruskan tangisan buat Imam Husain as Sang Pemuka Surga, karena di situ terdapat sedikit kelestarian agama kita yang akan terus memimpin jiwa agar mencintai Allah dan rasul-Nya. Di sinilah kehidupan itu bermula. Ianya terletak pada hati dan kasih sayang buat keluarga Nabi. Paling mudah dan paling terindah jalan yang akan mendamaikan keseluruhan jiwa manusia.

“Ya Allah, janganlah sekali-kali Engkau cabut kebaikan yang telah Engkau kurniakan kepadaku. Ya Allah, janganlah sekali-kali Engkau melegakan hati musuh dan orang yang hasad atas bencana yang menimpaku. Ya Allah, janganlah sekali-kali Engkau masukkan aku ke dalam keburukan yang telah Engkau selamatkan aku darinya. Ya Allah, janganlah sekejap pun Engkau menyerahkan urusanku kepada diriku.”

Saturday, August 13, 2011

SEBELOM SUBUH BERLALU


Bismillah, Alhamdulillah.. Asyhaduallaa Ila Haillallah. Wahdahu laa Syariikalah. Wa asyhaduanna Muhammadan ‘Abduhu Warosuuluh. Allahhumasolli’ala Muhammad Wa Aali Muhammad. Wa ‘Ajjil Farajahum.

Segala puji bagi Allah yang menjadikan sesuatu dengan sebab dan musabab karena sebuah Keadilan. Setiap sesuatu yang bernafaz itu sebenarnya ada ceritera yang menafsirkan yakni otak dan ilmu. Bilamana diri menjadikan keindahan penciptaan ini berliku, pasti banyak kemanisan yang akan ditempuhi. Kemanisan duniawi yang akan terus menghanyutkan segalanya. Dan pada akhirnya, kita pasti bangkit dari lena setelah mimpi pelbagai yang mencederakan. 

Kesan-kesan luka itu pasti berseri dan bercahaya jika akhir kalimat adalah penyaksian syahadah sekaligus mengungkapkan kesyahidan. Pada awalnya kita mengikuti kebathilan, namun barakah sedeqah dan sikap kebaikan membuatkan segala ketetapan itu berubah. Mungkin karena Eltimasi doa sang ibu membuatkan keredhoan itu hadir dan terus menyelamatkan. Usah bersangka buruk dan meandang enteng akan sebuah Keadilan. Dan terus berusaha tanpa berputus asa dari rahmat-Nya. Ini lebih baik dari langsung tidak menyintai apa yang telah dikurniakan. 

Terus bersyukur, dan terjun dalam makna syukur tersebut. Dan gapailah tali itu yakni doa-doa munajat yang telah ditinggalkan oleh para kekasih untuk kita terokai dan mengikuti serta taat. Karena ini adalah sebuah perintah. Sebuah arahan yang akan membawa kita terbang bersama Sang Nabi suci.

“Taatlah kepada Allah, taatlah kepada Rasul serta Ulul Amri”

Inilah jalan yang suci. Dalam kebaikan agama yang suci. Dia yang sempurna lagi Maha suci dari sebarang keburukan dan cacat cela. Serta Sang nabi yang juga terpelihara dari perlakuan manusia biasa yang mewakili ‘Azzawajalla, dan para kekasih dan belahan jiwa Nabi yakni aliran darah suci yang mengalir dari para sang Imam maksum yang mewakili Allah dan rasul-Nya menyampaikan dan terus hangat membimbing manusia di setiap zaman tanpa jemu dalam kesakitan yang dilemparkan oleh para pengikut harakah Syaiton yang tersu menghanyutkan diri dan mencari teman-teman yang boleh ditenggelamkan.

Inilah Ujian dan Larangan serta Keadilan. Bilamana akal digunakan sepenuhnya, maka terbitlah dosa-dosa dari diri. Belajar membuat kebaikan setiap hari tanpa jemu dan terus berusaha mencari Dia yang setiap hari menuntun manusia ke sisi-Nya. Inilah kehidupan yang penuh cabaran sebelum kita dibangunkan.

“Hanya orang-orang berilmu sajalah di antara para hamba-Nya yang benar-benar takut kepada Allah. “

Rasulullah SAWW bersabda, “Dunia ini hanya berlangsung selama satu jam saja, maka gunakanlah waktu itu untuk mematuhi perintah Tuhanmu.”

InsyaAllah, contohilah teladan yang baik, dan berusahalah menjadi insane yang merendah diri, tawaduk  dan bersyukur kepada Allah S.W.T, kerana Dia amat menyayangi hamba-hamba-Nya yang bersyukur dan mentaati perintah-Nya.

Friday, August 5, 2011

KAMI PASTI MATI

Dahsyatnya selepas beberapa saat menemui kematian.. Hubungan Roh dan nyawa masih berlegar dan punyai hubungan. Pertama, karena mengalami masalah untuk sampai di sebuah tempat yang baru. Dan yang kedua, bagi para manusia yang tidak pernah merindui tempat pembaringan itu pasti punyai masalah. Bagi yang selalu menciptakan kerinduan kepada alam kubur akan lebih merasakan keringanan daripada dahsyatnya pemandangan dan tekanan di alam kubur serta azabnya.

Orang yang begitu takut akan azab Allah yakni di Neraka, dan juga di Alam kubur adalah seorang yang paling zuhud di dunia ini. Itulah orang yang tidak pernah melupakan alam kubur dan azab-azab padanya. Dan sudah pasti semua madzhab Islam di dunia ini mempercayai adanya siksaan Kubur.

Amirul Mukminin as yang juga digelarkan oleh Rasulullah saw sebagai ‘Abu Turob’ menjelaskan sehubungan dengan tahapan alam kubur dan situasi-situasinya.

“Hai hamba-hamba Allah! Keadaan setelah kematian bagi orang-orang yang dosa-dosanya belum terampuni lebih pedih dari kematian. Waspadalah terhadap alam kubur, kesempitan, kegelapan, dan keterasingannya. Sungguh, alam kubur setiap hari berkata, ‘Aku adalah tempat keterasingan, aku adalah tempat yang menakutkan, dan aku adalah tempatnya berbagai serangga dan haiwan melata.’”

Da berlainan pula dengan keadaan-keadaan orang-orang yang baik, yakni pengikut agama Allah yang benar-benar mengimani Allah ‘Azzawajalla. Kedatangannya di sambut. Dan kuburannya makin meluas sekelip mata mana ia berkedip. Azab kubur sedikit pun tidak akan dialaminya serta akan cepat berlalu.

“Alam kubur adalah taman dari taman-taman surge atau lubang dari lubang-lubang neraka.”

Hai hamba-hamba Allah! Jiwa-jiwa yang lemah, badan-badan kamu yang lembut lagi kurus, yang sebahagian kecil darinya cukup baginya sangat lemah dan tidak memiliki kemampuan untuk menghadapi azab ini.

Kita sebagai manusia yang hidup di atas dunia ini, perlu mengetahui apakah perbuatan yang amat disukai oleh Azab kubur? Menurut Syekh Abbas Qumi ra dalam kitab Manazil al-Akhirat menulis,

“Ketahuilah bahwa azab alam kubur yang paling utama adalah karena orang tidak menjaga air seninya atau tidak mempedulikannya, bergunjing sesame manusia, ghibah, dan seorang lelaki tidak mempedulikan keluarganya.”

Dalam keadaan ketakutan, pertanyaan mungkar dan Nangkir juga akan mendatangi orang yang berdosa di alam kubur dengan wajah yang sangat menakutkan dan akan melontarkan pertanyaan-pertanyaan sebagai berikut:

“Siapakah Tuhanmu? Siapakah Nabimu? Apakah kitab dan agamamu?, Siapakah imammu?, Pada jalan apa kamu gunakan umurmu?, Dari manakah kamu mendapatkan hartamu? Dan selebihnya kedua malaikat itu juga akan menanyakan tentang solat, khumus, zakat, haji, puasa, dan teman-temannya selama ia hidup.

Harus diperhatikan, jika di dunia ini kita berupaya menjawab apa jua soalan-soalan yang ditanya, dengan hanya menggerakkan mulut, ia dapat memberikan jawaban yang memuaskan sang penanya, tetapi setelah ia merasakan bagaimana menakutkan dan kerasnya siksaan alam kubur, maka ia akan merasakan beratnya pertanyaan-pertanyaan tersebut. Hal itu karena betapa banyak pengetahuan yang tersimpan dalam akal namun tidak sampai ke hati, hilang dari ingatan. Bahkan lebih dari itu, mungkin saja karena sangat ketakutan ia melupakan namanya sendiri.

Dan di tika dan saat ini, sesuatu yang akan memberikan ketenangan dan kemampuan untuk menjawab pertanyaan-pertanyaan tersebut hanya keimanan yang benar kepada Allah Swt. Semakin kuat imannya, maka ia pun semakin mantap dan tenang.

Semakin lama kita teringat akan sebuah kepastian ini, sudah pasti kita akan cuba meloloskan diri dari belenggu dunia yang akan melalaikan kehidupan dan jiwa. Dan ketika bangun pagi, bersyukurlah dan terus pelajari apa itu kesalahan dan apa itu kebenaran di sisi Allah ‘Azzawajalla. Dan jika ini semua bias kita fahami dengan benar, sudah pasti akal kita hamper sempurna untuk menjadi seorang yang benar-benar beriman di atas segalanya tentang Allah Swt. Dan pabila kematian menjemput, segala keimanan ini akan diakhiri dengan syahadah dan terus terpancar tasbih dan segala tahmid di dalam alam barzakh yang sememangnya telah dijanjikan bagi setiap yang telah dihidupkan.

Salawat serta salam untuk para pemberi syafaat buat  manusia semuanya dengan izin Allah Swt, Rasulullah Saww al Mustofa serta Ahlul bayt baginda yang disucikan oleh Allah sebagai pembimbing umat Nabi-Nya sampai hari kiamat. Ya ‘Ali madad!

Friday, July 29, 2011

Carta Kehidupan



Assalammu'alaikum,

Buat semua teman yang sudi membaca blog aku yang pening ni, terima kasih. Mungkin dua tiga harini aku jadi rajin update, ntah apasal aku taktau. Tapi maybe aku banyak masalah kat tempat kerja sekarangni. Bukan masalah, tapi 'pressure' dengan tugasan yang aku cuba selami dan handle. Aku harap aku akan terus bersabar dan bertahan, dan pesan pada aku sendiri jangan jadi tension. Dan aku akan cuba jaga solat aku dan ibadah2 aku yang lain seperti terus istiqomah mendidik isteri, anak-anak serta teman2 yang sudi layan aku bercakap serta sabar mendengar bebelan aku setiap hari.

Dalam dunia hari ini yang penuh mencabar, pelbagai kebaikan itu tidak lagi menjadi suatu perkara yang terang malahan kebathilan pula yang dikejar oleh manusia untuk dijadikan sebagai pakaian kehidupan. Sebab itu ada pepatah mengatakan, "alah bisa tegal biasa." Kita sudah terbiasa membuat sesuatu setiap hari dan akhirnya, kita tidak sedar lagi apa yang telah kita lakukan. Beruntung jika kita berlatih membuat segala kebaikan yang akan mendatangkan keuntungan pada jiwa berserta keimanan yang akan terus terpupuk akibat dari perlakuan kita. Begitu juga sebaliknya, jika setiap hari kita menghiasi jiwa kita dengan perbuatan-perbuatan yang bersalahan dengan undang-undang Tuhan, pasti, kesannya amat ketara yang akan kita rasakan. Contohnya, kita tidak lagi merasa bersalah jika ada orang yang menegur kita berbuat kesalahan, malahan kita akan terus mempertahankan apa yang kita sedang lakukan tersebut.



Saya teringat satu ayat al-quran yang mengatakan, lebih kurang begini maksudnya, Mereka memandang baik  di atas segala apa yang mereka usahakan. Namun Allah kata tak baik. Dan dalam satu kata2 para Imam Ahlul Bayt, Manusia itu dikatakan sampai pada maqam Al Furqan. Yaitu para Malaikat akan selalu menghadiahkan kebaikan pada pandangan mata seseorang dan dia sering merasa ingin membuat kebaikan, dan keburukan menjauhi kita.  Pada suatu ketika juga,pabila seorang manusia banyak berusaha untuk menjadi manusia ataupun setiap hari berlatih mencari keredzoan Allah SWT, dia tidak nampak lagi segala kebaikan yang dia buat, malahan orang lain juga tak nampak segala yang dibuat oleh seseorang, malahan sering ternampak keburukan yang ada dalam diri.

Beginilah situasi kehidupan ini, penuh dengan gelombang-gelombang yang telah kita lakukan, serta impian-impian yang menggamit manusia sesuai dengan ilmu-ilmu yang dicari. Muga jiwa kita ketika ini terus bermuhasabah diri dan terus memakai pakaian kesabaran, ketakwaan serta tawakkal pada setiap suatu kebaikan yang telah kita usahakan. Pasti bermunafaat. InsyaAllah.

Harapan aku untuk teman-teman, keluarga dan sanak saudara serta para manusia seisinya, belajarlah memahami sesuatu dengan cara memikirkan sesuatu itu semuanya tentang Tuhan. Karena ia akan menghasilkan sebuah penyerahan yang terakhir selepas menjalani spiritualnya sebuah keimanan. Salam ke atas kalian Sang Guru yang menuntun manusia ke lembah Nainawa yang penuh kesedihan dan menguatkan jiwa untuk menghadapi harakahnya syaitan yang akan direjam bersama pengikutnya. Ya 'Ali Madad!


Thursday, July 28, 2011

Setengah jalan cerita ni

Hari selasa haritu tiba-tiba boss besaq aku che subhi ajak aku secara mendadak pergi oppointment kat perpustakaan negara kl. Dengan kelam kabut aku kena buat keputusan, sebab aku dah janji dengan adik aku si shah utara tu nak hantar dia balik kampung kat sek. 17 shah alam naik bas kui 4 petang. Masa tu pukui dua petang, so.. aku terpaksa kol bini mintak pertolongan dia. Alhamdulillah, aku bagi keputusan kat boss yang aku boleh follow dia p kl. Nak jadi cerita , aku tak pakai uniform haritu, so kelam kabut aku cari si lina budak account ambik uniform baru. Dalam 10 second aku dah siap. Boss dah tunggu dalam kereta depan opiz. So aku bergegas keluar dan naik kereta dengan dia.

Dalam perjalanan kami melalui glenmarie dan masuk nkve subang dan dia punya plan nak masuk damansara untuk ke jalan tun razak. Perbualan dalam kereta berkisarkan kerja dan tentang pengalaman aku masa aku tak kerja ngan dia sebelom ni, dan sekali sekala aku selit kisah2 keluarga. Cerita pasai anak, cerita pasai isteri dan banyak lagi cerita-cerita yang aku kongsi dengan dia.

Boss aku ni pelik sikit, sebab dia memang selalu ajak aku borak kalau dia ada masa. Dulu dia pernah cakap kat aku yang dia nak buat aku jadi budak kajian dia. Sebab perangai aku ni pelik. Korang nak tau apa perangai aku yang dia suka? Satu, aku jenis yang berterus terang, kalau salah aku cakap salah. Dan kalau betul aku cakap betul. tak kira la tu sapa. Cuma cara penyampaian aku ja lain-lain. Kadang-kadang aku berkias dan kadang-kadang aku straight to the point. No. 2, aku ni masa kenai dia aku blom start lagi solat, ingat lagi aku masa tu, dalam tahun 2001, opiz masa tu kat glenmarie shah alam. Memang ada surau kechik kat opiz tu. Budak2 geng aku yang lain group dari penang, walaupon depa baragas juga macam aku, huhahuha tapi bab solat depa memang solat. Tapi aku... haram, dengan jahat, dengan loklaq semua cukop. Tinggai aku tak minum atau hisap fit ja. yang lain aku masih beroperasi lagi walaupon secara kecil-kecilan. Tapi, tiba2 tahun 2007, masa tu dia offer aku kerja. Masa tu aku masih bekerja di sebuah kompeni international. Kerja pon memang bes, tapi kelemahan aku, kalau orang minta tolong aku memang sanggup. Tambah lagi kawan2. Sebab aku belajaq, bila orang memerlukan kita ini bermakna rahmat Allah banyak kat kita. 3 kali dia kol aku, sebab dia dah set kompeni baru, yakni kompeni yang aku kerja lani. So dia mintak tolong aku tolong arrange ja apa2 yang patut dan set-up kompeni tu sikit2 yang mana aku tau, sebab masa tu pengalaman aku dah masuk 8 tahun kerja dalam bidang ni. Tup2 aku terima, masuk ja.. tiba2 dia tengok aku ni pelik. Dengan boleh cakap pasai agama, aku boleh sembang pasai ayat al-quran ni, ayat al-quran nu. Hadis ni, hadis nu.. dan macam2 yang aku tau. Ntah apa dia nampak kat aku ntah. Aku pon taktau.. so sebab tu dia jadikan aku bahan kajian dia.

Untuk pengetahuan korang, boss aku ni seorang pembaca yang hebat. Bila dia nak buat sesuatu, dia mesti cari bahan bacaan. Tak kira dimana saja. Dia pernah cerita kat aku, sebelom dia belajar di peranchis, dia sekolah pondok kat Bukit Mertajam penang. Lepas tu dia dah mula minat meniaga. Dia juai berger. Itu yang aku tau pasai dia sebelom dia bukak bisness ni. aha, ada satu lagi, masa dia belajaq kat peranchis, dia cerita, dia tengok rancangan kartun kat tv selama 3 bulan. Terus dia dah boleh cakap peranchis. Memang power sistem yang dia create. Dan dia mendalami ilmu tentang perniagaan di sana selama 7 tahun. Dan bila balik ke malaysia, dia cari lubang nak bisness apa. So dalam banyak2 jenis perniagaan, dia buat pest control. Dia mula start kaji tentang bisness ni. Alamak letih pulak cerita pasai boss aku ni, rasa bosan pulak.

Sori weh, jam di sebelah aku menunjukkan lagi 10 minit kui 4 pagi. Alamak aku dah tewas ngan time aku lagi. Sok pagi aku kena bangun awai untuk sampai opiz dalam kui 8.30. Lain kali continue yek. Jangan marah. So bihaqqi Muhammad Wa Aali Muhammad salawat! ~~

Wednesday, July 27, 2011

MANAGEMENT

Assalammu'alaikum pembuka bicara. Yang memberi salam dapat pahala sunat dan yang menyambut salam mendapat pahala wajib. Harap2 fahamlah noh.. hehe. Dua tiga harini aku agak bisi menjalankan aktiviti bekerja dengan skop tugasan baru. Yakni operation & planning. Position ni dalam kategori Management ataupon dalam bahasa melayunya pihak pengurusan. Alhamdulillah, banyak benda rupanya yang aku dapat kaji tentang kehidupan aku sekarang ni. Belajar menguruskan kerja2 yang diberi dan sekaligus menguruskan kehidupan aku. Semuani ada kena mengena rupanya.

Member baru aku merangkap cikgu aku dalam bidang manage memanage ni yakni MR KYLE ANTIONI, <-- ni nama penanya, nama yang betul terpaksa dirahasiakan atas sebab2 tertentu banyak membantu aku setiap hari. Sikap dia yang bersabar dan 'slow' buat aku rasa aku ni lagi teruk perangai dan sikap aku. Walaupon beliau masih muda, dan baru habis belajar, dalam pengkajian aku beberapa harini, dia sebenarnya banyak menjalani kehidupan ini dengan belajar dari pengalaman orang lain dan hasil kesabaran ibu beliau dengan tekun menghantar beliau belajar, hingga peringkat universiti memang tak sesia. Banyak benda yang aku berkomunikasi dengan dia pasal kehidupan dan sebagainya. Thank you kawan, harap kau mendapat tempat yang istimewa di sisi-Nya dengan apa yang telah engkau praktikkan di dalam kehidupanmu.

Kembali pasal tas baru aku tadi, setiap hari aku kena berlatih untuk manage time aku. Time pukui ni ke pukui ni aku kena buat apa. Rehat pukui berapa. keluar ofis hisap rokok pon ada time. Memang layan. Dan aku cuba buat yang terbaik untuk diri aku sendiri. Sikap kawan2 aku yang dulu 'ngam' mula dah nampak reaksi. Mereka tak berapa suka @  atau apa ya, aku pon tak tau nak sebut apa dan aku takmau mengumpat pasal kawan2 aku kat sini. Karena aku akan berlatih buat semua benda ni secara ikhlas dan jujur. Karena aku terbaca dari status seorang kawan kat FB, dia kata, kalau di dunia ini semua manusia itu JUJUR, sudah pasti dunia ni aman. Dan kenapa aku tak boleh applykan dalam kehidupan aku sesuatu yang Tuhan bukan secara sia-sia menampakkan aku ayat tersebut? Bab ni aku memang tengah kaji, karena setiap sesuatu tu bukanlah kebetulan, dalilnya Allah berfirman,

"Tidak aku jadikan segala sesuatu itu sia-sia"

Ini bermakna pasti ada sebab dan musabab-Nya. InsyaAllah, sekarang time aku menulis. Jam di dinding opiz menunjukkan pukul 9.45 malam. Ops! aku janji ngan bini nak balik makan kat umah kui 9.30! ok, chow! jalan dulu... salam!

Sunday, July 24, 2011

Secawan Kopi Penghilang Dahaga

Salam sejahtera buat para insan yang amat menghargai sebuah anugerah dari Sang Pencipta, yakni nafaz yang dipinjamkan. Permulaan perjalanan ini adalah dilahirkan, mula menapak ke satu kaki pada suatu arah pertumbuhan akal, dan pembelajaran yang dipertanggungjwabkan dengan keadilan Ilahi memasukkan segala ilmu-ilmu kebaikan, ujian dan larangan sepertimana Adam as yang memakan buah dari pohon ilmu yakni milik Rasulullah SAWW dan Ahlul Bayt baginda yang terpelihara dan suci sebagai utusan Ilahi, dan beliau [as] mempercepatkan pergerakan Ilahiyyah untuk menghantar manusia ke muka Bumi ini dengan begitu pantas, dan Adam as telah memilih jalan ini.

"Aku ingin menjadikan seorang Khalifah di muka bumi."

Kenapa dan untuk apa kita telah diciptakan? Karena kita yang memilih untuk memegang sebuah amanat di mana, langit gunung dan para malaikat pon tidak sanggup untuk mengemban amanat tersebut, namun manusia menyahut cabaran Allah 'Azzawajalla, dan Nur Muhammad dan Keluarga baginda yang terpilih yakni 13 Maksumin seperti yang direkodkan dalam kalamullah telah dijelmakan di dalam susuk tubuh manusia. Dan inilah sebuah nikmat yang tiada tolok bandingnya dan memerlukan  sebuah keimanan yang tinggi berdasar pencarian para manusiawi terhadap keagungan Tuhannya. Apakah kita beriman di atas secangkir kesempurnaan yang meliputi segala sesuatu ini?

"Hari ini orang-orang kafir berputus asa dari agama mereka, oleh karena itu janganlah kalian takut kepada mereka, dan takutlah kalian kepadaKu, hari ini telah Aku sempurnakan agama kalian dan Aku rampungkan nikmatKu atas kalian". (Surat Maidah, ayat 3).

Inilah sebuah kehidupan, manusia dilahirkan untuk diuji, siapa yang terbaik amalan kebaikan dan keimanan mereka pada Allah. Bukan sekadar penciptaan biasa, karena ini semua adalah sebuah penciptaan Yang Maha Sempurna dari segala sudut spiritual yang menggabungkan keseluruhan penciptaan mewakili semua pergerakan Ilahiyyah dan yang paling pasti, Kebenaran yang sememangnya milik Allah dan selain itu semuanya adalah kebathilan. Dan apakah kebathilan dapat mengatasi sebuah kebenaran? Sudah pasti tidak!


"Allah yang menguasai kerajaan langit dan bumi."


"Allah yang menguasai segala sesuatu"



Kini kehidupan manusia telah berlangsung sekian lama. Marilah kita terus beriman dengan sebenar tentang segala-galanya yang ditunjuki oleh para utusan Ilahi, yang tidak pernah melakukan pergerakan syaitoniah untuk menyesatkan manusia, karena dengan keadilan Ilahi Dia mengutuskan para wakil-Nya untuk memberitakan dan membimbing para hamba-Nya terus ke sisi-Nya. Ini tidak mustahil karena setiap maqam yang ditunjuki dalam kalamullah mahupon sejarah manusia, mereka tidak pernah lagi melakukan kesalahan. Dan ini adalah sebuah logik yang mewakili sifat-sifat Tuhan yang Maha Sempurna, tidak ada cacat celanya.

“Wahai orang-orang yang beriman taatlah kalian kepada Allah dan taatlah kepada Rasul  dan Ulil amr dari kalian”. (Surat Nisa’, ayat 59).

“Wahai orang-orang yang beriman bertakwalah kepada Allah dan bersamalah dengan orang-orang yang jujur”. (Surat Taubah, ayat 119).

Kalahari terus menyinari bahtera sang penyelamat itu, dan cahaya mereka terus bersinar lama, dan tak akan mungkin terpadam. Namun keimanan yang tidak berlandaskan sebuah ketetapan pasti akan malap. Ini memerlukan langkahan yang berani untuk menuruti diri sendiri berdasarkan ilmu.


"Orang yang berjuang di jalan Allah, Kami akan tunjukkan jalan kepada mereka."


Salawat dan salam buat rasul junjungan Al Mustofa saww dan ahlul bayt yang disucikan.

TIADA SUATU PON RASA

Hukum Karma menentang arus pemikiran manusia.

Kenapa dan kenapa?

Cahaya kesucian gapaian manusia telah dicabut dari erosi. Sebuah perjanjian tetap akan terpatri sebelum tibanya Sang Penyelamat. Hanya sedikit yang selamat. Ini kisah manusia. Kisah manusia yang boleh kita dapati dari zaman dahulu-kala dan sampai ke hari ini.  Mana gejolak yang akan menyimpulkan ini semua?  Satu, hanya satu iaitu kembali pada sebuah pemikiran yang memerlukan latihan setiap hari tanpa jemu dan tabah menghadapi apa sahaja rintangan dan ujian untuk mencapai satu busur arah panah yang tepat mengenai Syurga Abadi. Kisah-kisah pengulangan dengan pelbagai kesimpulan. Ada yang menganggap ini sebuah masalah dan ada hijab yang dibukakan sebagai kifarah. Lihat diri sendiri apa yang kita rasa.

…sungguhnya aku mencium bau yusuf; sekiranya kamu tidak menuduhku lemah akal (tentu kamu membenarkan aku.- QS Yusuf: 94

 Hari demi waktu terus berlegar antara suara dan perasaan. Bercampur membuat keputusan. Tidak dapat tidak pasti melakukan sesuatu. Walau ianya salah atau benar tetap menjalankan sebuah fitrah pemikiran. Bagai satu suara yang memancarkan segalanya, manusia tidak dapat lari dalam keenakan hidup duniawi pasti menuju sebuah kemahsyuran yang tiada siapa yang dapat menandinginya iaitu sang penyelamat jiwa sebuah kematian. Pasti, ianya terjadi setiap hari di sekeliling harakahnya Ilahiah.

Kami akan tunjukkan kepada mereka tanda-tanda (kekuasaan) Kami di segenap ufuk dan di dalam diri mereka, hingga nyatalah bagi mereka bahwa Al-Quran itu benar, dan apakah Tuhanmu tidak cukup (bagi kamu) bahwa sesungguhnya Ia menyaksikan segala sesuatu.- QS Fushshilat: 53

Untuk apa lagi kita membilang hari demi hari tanpa berbuat sesuatu pun?  Tidakkah Demi masa, kita berada di dalam kerugian karena tidak berjuang dan berjihad di jalan-Nya untuk diri kita sendiri? Berkata-kata, bergerak dan membuat apa sahaja dengan niat  mendekatkan diri pada Sang Tanpa Susuk Tubuh yang tidak dapat dibayangkan. Dan jika terbayang sudah pastilah ianya bukan apa yang kita bayangkan. Ini menghadirkan situasi yang sama, seperti mana latihan demi latihan untuk apa yang kita mahukan. Dan pada akhirnya banyak keputusan yang berpihak atas apa yang kita inginkan. Kurang yang tidak Berjaya, pasti! Karena perjuangan mencari kebaikan dalam diri sudah dijanjikan dengan kemenangan.  Ini Kalam terbaik dari Yang Maha Sempurna tiada standing Dia yang melafazkan!

“Aku adalah semut yang terinjak-injak, dan bukan lebah yang membuat orang lain merintih dengan sakit akibat sengatanku. Bagaimana aku bias mengungkapkan terima kasihku atas anugerah ini bahwa aku tak punya kekuatan untuk melukai orang lain.” (Gulistan, bab iii; Kisah 1)

Apabila perjalanan dan latihan ini terus bergetar dan menjadi diri sendiri, berpalinglah sebentar pada jiwa-jiwa yang mahu diselamatkan.  Menangislah dan imaginasikan sebatang tubuh yang harum bercahaya di sebuah gurun nainawa yang melaungkan makna sebenar  perjalanannya pergerakan Ilahiah agar kita semua menjadi yang terbaik. Tidak adillah jika kita melakukan sesuatu  itu di hadapan Tuhan yang menyaksikan segalanya buah ciptaan-Nya. Apakah kita tidak malu, setelah berjanji akan memelihara diri, kemudian alpa dengan apa yang dipertontonkan dunia yang akan menyesatkan kehidupan sebenar di atas jalan yang tidak akan dikembalikan lagi. Apa yang kita ingin bawa pulang suatu hari nanti? Apa yang boleh kita ungkapkan lagi pabila berhadapan satu sama satu dengan perjanjian yang telah terpatri?  Di manakah keimanan tentang sebuah Cahaya yang paling sempurna yang dititipkan dalam jiwa Adam dan Hawa datuk  dan nenek manusia?

Bukanlah menghadapkan wajahmu ke arah timur atau barat itu suatu kebajikan, akan tetapi, sesungguhnya kebajikan itu ialah beriman kepada Allah… - QS Al Baqarah: 177

Inilah kesimpulan sebenar pada kehidupan yang dianugerahkan . Memandang segala sesuatu dengan sebuah keimanan. Yang akan menceritakan segalanya tentang Dia Yang Maha Kebaikan.  

Dengan Haq Muhammad dan Keluarga Muhammad

Wednesday, July 6, 2011

PANGGILAN DAN MEMANGGIL

Salam sejahtera. Alhamdulillah, dapat update blog lagi harini. Masa aku singkat sangat sekarang ni. Macam2 tanggungjawab kena buat. Dan aku masih lagi terus berlatih dan terus bertatih membuat kebaikan. Semuani yang aku faham adalah sebuah kebaikan. Dan bila ianya adalah kebaikan sudah tentu ianya adalah dari ilham Tuhan yang ingin menjadikan kita 'manusia' sebenar sepertimana Rasulullah saww dan Ahlul Bayt baginda serta para Nabi dan Rasul-Nya yang lain untuk kita menggapai-Nya. Inilah yang dikatakan Keadilan Allah yang menciptakan insan dan menunjukkan apa yang perlu dilakukan. Dan tujuan utama penciptaan manusia itu sebenarnya adalah untuk diuji... Bersabar, bertakwa, memaafkan dan pelbagai lagi pakaian manusia2 soleh perlu kita fahami demi meraih keindahan dan kedamaian buat jiwa kita. Gambar kat atas nie, member gua yang shoot semalam, thnx ahmad rizal, gua harap lu suksess dan terus merenung dan berfikir tentang apa yang sering terjadi setiap hari dalam pergerakan seharian kita. Pasti lu temui kedamaian itu! Terima kasih untuk yang sudi baca nie.. Muga senantiasa dirahmati Allah selamanya di dua dunia yang satu ini. Salawat!

Saturday, April 30, 2011

SIAPA PERASAAN KITA?



Dalam Fenomena rasa, suara sering melantunkan erosi yang pelbagai. Apakah kita menyatakan sesuatu itu dengan ilmu atau sekadar perasaan yang akan membuatkan kita menjadi salah di sisi manusia dan juga di samping Ilahi?
Pelbagai jawaban yang kita temui dalam diri pasti ada jawapannya setelah kita melakukan sesuatu.  Perbuatan-perbuatan ini bukannya satu kesalahan. Sebenarnya setiap yang kita lantunkan ini adalah titik pelajaran yang akan mengajarkan pemikir agar menjadi lebih bersatu dengan apa yang kita lakukan. 
Jika setiap hari kita memikirkan tentang apokalips diri pasti ianya akan mengikuti sebuah fitrah yang akan menerangkan makna diri. Jawapan-jawapan yang kita temui pasti berkenaan dengan diri sendiri. Menjurus apa yang diilhamkan dan apa yang dirasakan.
Ilham datang dari apa yang terkandung dalam pemikiran, dan perbuatan berdasarkan perasaan yang disokong idea.  Manusia boleh membuat sesuatu keputusan berdasarkan sokongan dan juga rasa.  Temui semua spekulasi yang menggetarkan akalmu!