Sudut Kreatif

Wednesday, March 18, 2009

Suara bumi


Tidak ada sesuatu yang lebih mengganggu dan menyakitkan jiwa seseorang daripada perasaan bahwa ia hidup di bawah bayang-bayang sebuah kekuasaan absolut yang amat kuat dan mencengkram segala sesuatu dalam kehidupannya, serta mengarahkannya ke mana saja sesuai dengan kehendaknya. Karena, seperti dikatakan orang, kemerdekaan adalah nikmat yang paling mahal harganya, sedangkan perasaan terjajah adalah rasa sakit yang paling memedihkan. Dengan begitu manusia merasa dirinya terinjak-terinjak dan kehendaknya tercabik-cabik oleh kekuatan absolut yang menjajahnya itu. Tak ubahnya seperti seekor domba yang ditarik oleh sang penggembala yang menguasai tidur, makan, hidup dan matinya. Hal ini akan menimbulkan perasaan bagai bara api yang menyala-nyala dalam lubuk hatinya serta rasa sakit yang tak terhingga, menyerupai penderitaan seseorang yang menyerah pasrah dalam cengkraman seekor singa yang garang dan buas, setelah menyadari bahwa tidak ada lagi jalan keselamatan baginya dari cengkeraman kuat yang sepenuhnya mengendalikan dirinya itu.
Sampai sejauh ini kita hanya membayangkan kekuatan yang berkuasa seperti ini dalam diri seorang manusia hebat atau binatang buas saja. Akan tetapi apabila kita membayangkannya sebagai suatu kekuatan gaib yang mahadahsyat yang berkuasa atas diri manusia dan menguasai dirinya dari balik alam gaib yang gelap gulita, maka sudah pasti keadaannya akan menjadi lebih parah lagi. Ketika itu segala impian untuk dapat selamat pasti akan pupus.
Demikianlah awal mula lahirnya pertanyaan yang membingungkan ini di benak setiap manusia, termasuk yang memiliki daya pencerapan yang paling minimum sekalipun. Benarkah segala peristiwa alam ini berjalan sesuai dengan perencanaan yang ketat, yang telah digariskan jauh sebelum terjadinya, tanpa adanya kemungkinan kegagalan atau pengecualian? Maujudkah kekuatan mutlak tersembunyi yang disebut qadha dan qadar (takdir), yang menguasai sepenuhnya segala peristiwa yang terjadi, termasuk manusia dan khasiat-khasiat (karakteristik-karakteristiknya) serta perbuatan-perbuatannya? Ataukah hanya berlawanan sama sekali dengan itu, yakni tidak ada sesuatu yang dapat diartikan sebagai pengaruh-menentukan masa lalu atas masa sekarang dan masa depan; sehingga manusia, sebenarnya, memiliki kebebasannya yang sempurna dalam membentuk segala gerak-lakunya dan menentukan nasibnya? Ataukah ada kemungkinan ketiga di antara kedua kemungkinan tadi, yang menggabungkan kepercayaan kepada takdir, sebagai kekuatan mutlak yang berkuasa atas segenap wujud alam semesta tanpa kecuali, dengan kepercayaan akan wujud alam semesta tanpa kecuali, dengan kepercayaan akan kebebasan manusia dalam segala tindakannya? Dan jika demikian itu keadaannya, bagaimanakah dapat dijelaskan?
Masalah qadha dan qadar (takdir) atau penentuan nasib, termasuk di antara masalah-masalah filosofis yang amat pelik dan rumit yang sejak abad pertama hijriah telah menjadi bahan pembahasan di kalangan para pemikir Muslim disebabkan alasan-alasan yang kami sebutkan kemudian. Berbagai aliran pemikiran (akidah) yang dikemukakan di bidang ini besar sekali peranannya dalam tercetusnya pertikaian serta timbulnya kelompok-kelompok di seluruh dunia Islam, yang selanjutnya menimbulkan dampak yang amat menakjubkan di sepanjang jangka waktu empat belas abad lamanya.

Wednesday, March 4, 2009

Aku Bukan Islam?


Alkisah, raja Persia yang bernama Tukla, mengunjungi salah satu orang saleh dan berkata, “Kegagalan telah melandaku. Hanya orang miskin yang mendapatkan kekayaan di dunia ini, bila kemuliaan dunia ditinggalkan. Oleh karena itu, kini aku akan habiskan waktuku beribadah agar aku bisa memanfaatkan waktuku yang tersisa bagiku”. Orang saleh yang mendengarkan marah lalu berkata, “Cukup!”. Lalu ia berseru, “Agama bertindak sama dalam memberikan pelayanan kepada manusia; yang pelayanan kepada umat manusia tersebut tidak akan ditemukan dalam tasbih, atau diatas sajadah atau pada pakaian yang compang-camping. Jadilah seorang raja yang bermoral suci. Berbuatlah dan bukan hanya kata-kata, yang dituntut oleh agama, karena kata-kata tanpa perbuatan adalah kesia-siaan”.
Penggalan cerita ini tertulis pada buku berjudul Bustan, salah satu magnus opus-nya Sang penyair besar Persia, Sa’di. Kalu coba kita renungkan, maka pada penggalan tersebut, Sa’di ingin memberikan ‘hikmah’ bahwa: Pertama, agama (dalam artian konsep takdir) bukanlah sebuah upaya justifikasi terhadap gagalnya kita dengan segala upaya kita. Kita sangat sering terjebak pada determinisme yang berujung pada sikap fatalistik, bahwa Tuhan adalah perantara bagi gagalnya kita dalam melakukan sesuatu. Kita sering menisbahkan kesalahan kita kepada Sang Esa tersebut.
Bukan sekedar itu, kita juga sering malahan menyalahkan orang lain atas sesuatu yang menimpa kita. Negara kita saat ini dilanda semacam ‘kemiskinan berjamaah’, tetapi oleh sebahagian orang malahan menyalahkan orang-orang miskin tersebut dengan tuduhan malas dan lain sebagainya. Kita terjebak dengan mem-blaming the victim. Mereka adalah korban dari dosa kolektif kita semua. Kita semua bertanggungjawab terhadap masalah tersebut. Menanggulangi masalah kemiskinan juga mnembutuhkan tindakan kolektif, karena itu konsep takdir dalam agama Islam tidaklah berada pada kutub determinisme, apalagi terletak pada free will. Kita adalah co-creator Allah didunia ini, ucap terminologi tashawwuf.
Kedua, agama Islam bukanlah sarana ‘onani spiritual’ an sich. Dalam agama Islam, bukanlah pendekatan kepada Allah saja yang harus kita lakukan. Kita punya berbagai kerja dari pengejawantahan misi dan visi Islam sebagai agama pembebasan. Agamna Islam memberikan tempat yang sama bagi upaya pendekatan kepada Allah dan pendekatan kepada masyarakat.
Muhammad Iqbal menuliskan sebuah perbedaan yang mencolok dari seorang mistikus dengan seorang nabi. Seorang mistikus, katanya, hanya melakukan perjalanan dari dirinya menuju ke Tuhannya semata. Dan puncak perjalanan seorang mistikus adalah ketika ia ‘bertemu’ Tuhannya. Tetapi seorang nabi, melakukan upaya seorang mistikus dalam pendekatan ke Tuhannya dan melakukan upaya pendekatan kepada masyarakatnya. Seorang nabi menawarkan rekayasa budaya, menawarkan rekayasa sosial dan pembentukan paradigma baru bahwa betapa berfikir rasional adalah senjata ampuh dan berfikir irasional adalah kenaifan. Seorang nabi melakukan siklus kehidupan, yaitu menata spiritual dan intelektual untuk aksi sosial yang kesemuanya dibingkai oleh pandangan dunia tauhid.
Ketiga, agama yang membebaskan tidak terletak pada kata-kata, tetapi pada aksi. Kadang teori-teori dan adagium-adagium keagamaan telah menjejal otak kita terlalu banyak sehingga aksi teramat sering kita lupakan. Kita larut mempelajari dan berteori tentang sesuatu, tapi tidak melakukan sesuatu. Untuk hal ini, mungkin kita harus menyepakati Karl Marx yang ‘membenci’ orang yang hanya berfikir tentang hakikat sesuatu, tetapi tidak berusaha untuk melakukan perubahan. Islam adalah penyerahan diri, penyerahan diri adalah keyakinan, keyakinan adalah pembenaran, pembenaran adalah ikrar, ikrar adalah pelaksanaan, dan pelaksanaan adalah amal perbuatan.
***
Kita harus mulai belajar untuk memisahkan ajaran agama Islam yang rasional dan rasionalisasi ajaran agama Islam oleh manusia. Ada perbedaan signifikan terhadap ajaran agama Islam yang esensial dan membebaskan dengan ajaran agama Islam yang tampak sekarang bahwa seakan-akan tidak membebaskan dan terkurung pada pemahaman sempit yang berangkat dari beda-beda mazhab yang secara malang, hal itu dilakoni dengan fanatik. Dan terciptalah agama yang anti pada keterbukaan dan sarang anti pembebasan.
Memotret Indonesia kita, maka memang harus kita akui bahwa ada semacam ‘paradoksal faktual’. Kita dapat lihat betapa unsur-unsur spiritualitas mengalami eskalasi yang cukup signifikan dengan menjamurnya pengajian-pengajian dan pusat-pusat pengkajian Islam. Hal ini mengingatkan kita pada ramalan John Naissbit bahwa dipenghujung abad 20 akan ada peningkatan perasaan keagamaan. Tetapi juga kita harus melihat secara faktual bahwa terjadi peningkatan kekerasan, terjadi peningkatan kejahatan-kejahatan yang mungkin dapat kita simpulkan bahwa berbanding lurus dengan kenyataan peningkatan spiritualitas. Kita dibanjiri dengan buku-buku yang membawa kita pada dunia spiritualitas tetapi kita juga dibanjiri dengan buku-buku, tabloid-tabloid ataupun koran-koran yang mengantar kita pada dunia pornografis yang rendahan. Kita belum juga membicarakan dunia cyber.
Pertanyaan sekarang adalah Islamkah kita? Atau kita hanya mengaku beragama Islam? Ataukah kita adalah beragama Islam oleh kultur yang terbentuk secara turun-temurun oleh keluarga kita yang secara kebetulan mengecap agama Islam? Ataukah kita adalah Islam yang rasional dengan penagkapan esensi Islam secara tepat? Tentu yang kita harusnya akui adalah yang terakhir, namun sudahkah kita mengetahui Islam esensial yang indah tersebut? Dan setelah kita tahu apa yang harus kita lakukan untuk menembak realitas sekarang menggunakan ‘episteme’ realitas keagamaan Rasulullah di limabelas abad yang lalu tersebut?
Tugas kita memang mencari. Mencari Islam esensial untuk menemukan metodologi yang tepat, lalu mencoba melanjutkan misi profetik kenabian untuk melakukan rekayasa sosial untuk mencapai masyarakat madani. Selamat mencari…! Wallahu a’lam Bishshawab


Vegetarian Oyster Flavoured Sauce


Diriwayatkan dalam al-'Ilal dan al-Amali dengan sanad sampai kepada al-Hassan bin Ali as, dia berkata:

Suatu waktu sekelompok orang Yahudi mendatangi Rasulullah saw seraya menanyakan kepada beliau tentang beberapa masalah. Di antaranya, mereka berkata,

"Beritahukanlah kepada kami dari Allah, untuk apakah Dia menentukan lima waktu solat atas umatmu di malam dan siang hari?"

Rasulullah saw menjawab, (sampai pada jawaban beliau),

"... solat Ashar adalah waktu yang di saat Adam memakan buah pohon (yang dia telah dilarang Allah untuk mendekatinya) itu, maka Allah mengeluarkannya dari surga, lalu Allah memerintahkan anak keturunan Adam untuk mengerjakan solat ini (Ashar) sampai Hari Kiamat, dan Dia memilihkan salat Ashar ini untuk umatku, maka solat Ashar adalah di antara solat yang paling disukai di sisi Allah 'Azza wa Jalla', dan Dia memerintahkan kepadaku untuk menjaganya di antara solat-solat itu."Adapon solat Maghrib, adalah waktu yang di dalamnya Allah menerima tobat Adam, dan jarak antara dia memakan buah pohon itu dan Allah menerima tobatnya adalah tiga ratus tahun dari hari-hari dunia; sedangkan hari-hari akhirat, seharinya adalah sama dengan seribu tahun, dari waktu solat Ashar hingga solat Isya. Oleh kerana itu, Adam mengerjakan solat Maghrib tiga rakaat, iaitu satu rakaat untuk dosanya, satu rakaat untuk dosa Hawa, dan satu rakaat untuk tobatnya. Oleh kerana itu pula, Allah 'Azza wa Jalla mewajibkan solat tiga rakaat ini (Maghrib) atas umatku."Kemudian orang Yahudi itu berkata, "Beritahukanlah kepadaku, untuk apakah dalam berwudhu harus mensucikan anggota-anggota tubuh yang empat ini, padahal ia adalah tempat-tempat yang paling bersih di tubuh?"Nabi saw menjawab, "Sebab, ketika setan membisikkan pikiran jahat kepada Adam, lalu Adam mendekati pohon itu dan memandanginya, maka hilanglah air wajahnya. Kemudian dia berdiri, dan itu adalah awal kaki yang berjalan kepada dosa, kemudian dia mengambil darinya dengan tangannya, kemudian dia mengusapnya, kemudian dia memakannya, maka beterbanganlah semua pakaian dari tubuhnya, kemudian dia meletakkan tangannya pada kepalanya seraya menangis. maka ketika Allah menerima tobatnya, Allah mewajibkan atasnya dan atas anak keturunannya berwudhu pada anggota-anggota tubuh yang empat ini. Allah memerintahkannya membasuh wajah karena dia (Adam) telah memandang pohon itu; memerintahkan membasuh kedua lengan bawah dari siku kerana dia telah mengambil darinya; dan Dia memerintahkannya untuk mengusap kedua kaki karena dia telah berjalan kepada dosa."

Kemudian orang Yahudi itu berkata,

"Beritahukanlah kepadaku, untuk apakah Allah mewajibkan puasa atas umatmu pada siang hari selama tiga puluh hari dan mewajibkan atas Adam lebih banyak dari itu?"

Nabi saw menjawab,

"Sebab, ketika Adam memakan buah pohon itu, sisa makanan itu tinggal di dalam perutnya selama tiga puluh hari, dan allah mewajibkan atas anak keturunannya tiga puluh hari lapar dan dahaga, sedangkan yang mereka makan adalah karunia dari Allah 'Azza wa Jalla kepada mereka. Sebagaimana yang diwajibkan pada Adam, allah mewajibkan atas umatku juga."

Kemudian rasulullah saw membaca (ayat ini):

[b]"Hai orang-orang yang beriman, diwajibkan atas kamu berpuasa sebagaimana diwajibkan atas orang-orang yang sebelum kamu agar kamu bertakwa, iaitu dalam beberapa hari yang tertentu."


52 Al-Amali, karya ash-Shaduq, hal. 159-162, dan Ilal asy-Syara'i, jil. 2, hal. 32, bab 36.Ayat tersebut adalah dari surah al-Baqarah: 183-184.

Udang, Sos, Kuey Teow serta Taugeh dan Kuchai



Bismillahirrahmanirrahim.


Assalamu’alaikum wr ‘wb.


La ila ha il Allah, MuhammadinRasulullah, ‘Ali Waliyullah.


Allahumma shali ala Muhammadin wa aali Muhammadin Shalallahu alaihi waaliih.


Ketika kulihat telah lewat pada manusia berbagai mazhab yang mengarungi lautan kesesatan dan kebodohan,


Dengan nama Allah, maka kunaiki perahu yang dapat menyelamatkan mereka adalah Ahlul Bait al-Mushtafa penutup para rasul.


Aku berpegang teguh kepada tali Allah,Kepada kepemimpinan mereka seperti yang telah diperintahkan kepada kita untuk berpegang kepada tali Allah.


Ketika umat terpecah menjadi tujuh puluh kelompok melebihi apa yang dijelaskan dalil naqli, tidak ada yang selamat dari kelompok –kelompok itu, kecuali satu kelompok, katakanlah kepadaku, kelompok yang menjadi harapan itu. Apakah keluarga Muhammad berada dalam kelompok yang akan hancur ?


Atau dalam kelompok yang berlepas diri dari mereka,


Katakanlah kepadaku jika kamu berkata, ’Dalam kelompok yang selamat,’


Maka hanya satu ucapan,


Jika kamu berkata, ‘Dalam kelompok yang akan hancur,’


Maka kamu tidak berlaku adil kerana Pemimpin kaum berasal pada mereka,


Aku rela dengan mereka, keselamatanku tidak akan hilang dibawah perlindungan mereka.


Aku rela mengangkat Ali dan keturunannya sebagai Imam.


Dan kamu berada dalam kelompok yanglain yang akan binasa.


Allamahal-Ajili,

Monday, March 2, 2009

Tanya dan tak jawab...


Siapa yang sedar akan kehidupan manusia ini adalah gelap gulita? Tidak nampak apa yang terselindung. Kita boleh lihat Allah? boleh lihat Malaikat? boleh melihat dosa dan pahala? Tak bolehkan.. namun kita wajib percaya akan semua ini disamping terus mengkaji dan akhirnya kita pasti nampak akan sebuah cahaya yang benar. Keimanan pada benda-benda yang ghaib ini adalah satu asasnya kita bergama.

Bagaimana kita harus percaya dengan benda-benda ghaib ini? Sudah tentu di dalam Kalamullah Al-Quran itu sendiri.. kerana Setiap orang islam wajib mencari setiap jawaban untuk segala permasalahan kehidupan di dalam al-quran yang tidak tertiru oleh mana-mana makhluk itu. Kalau anda pandai cubalah buatkan satu al-quran yang sama dengan al-quran tersebut. Boleh?

Dari al-quran, siapakah yang akan menerangkan makna-makna yang Allah utarakan di dalam ayat-ayat tersebut? Apakah kita boleh memahami keseluruhan isi kandungan tersebut? Hanya Nabi-nabi Allah sahajalah yang bisa menerangkan apa makna yang tersurat dan tersirat tentang ini. Nabi Muhammad yang terakhir, macam mana kita nak tau dengan jelas fasal al-Quran ini? Nabi Muhammad saww dah takde lagi, kita nak belajar kat siapa? kat ustadz-ustadz yang mana kita pon boleh jadi ustadz? kat ulamak-ulamak yang kadangkalanya mereka pon terlalai dan berdosa tidak seperti kondisi kenabian? Kat siapa yerk... Aku rasa kita kena belajar al-quran ini dari al Quran itu sendiri, iaitu al Quran yang berbicara. Kerna al Quran itu sendirilah yang paling layak menerangkan tentang dirinya. Setuju tak? Siapa al Quran yang berbicara?

Sesungguhnya aku tinggalkan kepada kalian dua perkara, jika kalian berpegang pada kedua ini kalian tidak akan tersesat selamanya. Kitabullah dan itrahku. Mereka ini akan seiring tidak pernah terpisah sehingga bertemu denganku di al kautsar.-sabda rasul saww, Oh! inilah al quran yang berbicara.. mmm.. mari mari... kita ikut keluarga Rasul saww yang terpilih untuk memahami lahiriah dan bathiniah al Quran tersebut. Mereka inilah yang dikatakan di dalam al Quran orang-orang yang di beri ilmu kitab. Mereka inilah kitab mubin yang sering kita ketemukan di dalam al Quran dan mereka inilah yang menggantikan Rasul saww dan membimbingkan umat Nabi sehingga hari kiamat. Untungkan kalau kita jumpa mereka dan mengikuti mereka!
Bagaimana nak jumpa? Hari-hari pergi mesjid dengar tok guru baca kitab tak pernah sebut pon pasai mereka.. Kenapa tok guru tak sebut pasai depa? Atau pon tok guru pon taktau pasai deppa? atau mereka 'itrah' rasul ini sememangnya tak wujud? tak percaya? tapi kalau syurga dan neraka kita percaya, kenapa mereka kita tak percaya? atau memang sejarah mereka ada pihak-pihak yang cuba memadamkan dari lembaran islam? Boleh jadi ... mmm tapi mustahil tok tok guru kita nak padamkan salasilah keluarga Rasul? tapi kenapa kita tak kenal pon siapa keluarga rasul.. pasal kita takmau ambil tahu atau kita memang tak diberitahu?
Habis tu kita belajar islam sekarang dari siapa? Bukan dari keluarga rasul ker? atau dari orang lain? kalau dari orang lain tak sesatkah kita? Sebab orang lain tak seiring dengan al quran.. agak-agak sesat tak kita?
Kenapa ustadz kata selepas rasul saww, Nabi tak tunjuk sapa2 pengganti baginda? Apakah Agama Islam ni dah habis? Siapa yang nak ajarkan tentang al quran? Mana lagi pimpinan Ilahi yang bermula dengan Nabi Adam as sehingga hari kiamat? Apakah kita umat yang bijak dan lagi pandai daripada umat-umat nabi yang terdahulu? tak memerlukan pembimbing dan pimpinan Ilahi? Kalau kita salah dan masuk neraka nanti, kita nak salahkan siapa? salahkan diri sendiri sebab tak ikut al quran? kita dah ikot al quran.. kita dah solat 5 waktu tapi kenapa kita masuk neraka lagi? sebab kita ikot orang-orang yang bukan Allah pilih. atau kita boleh tanya Allah pasaipa Allah habiskan Kenabian tu pada Nabi Muhammad saww saja? lepas dia takde siapa2 pon bimbing kami. Hanya kawan-kawan rasul saww yang serupa macam kami juga. Yang dulunya sebelom islam buat benda-benda yang macam kami buat juga. Tapi bila Rasul saww datang, mereka jadi baik dan soleh. Mana adil kalau macam tu, kami pon nak dilahirkan pada zaman nabi juga! boleh ker tanya Allah macam tu? is is Allah tu maha adilkan.... dia tak biarkan para hambanya terkontang kanteng tanpa bimbingan pimpinanNya kan...
Banyak juga soalan2 yang aku tanya kat aku. hehe kenapa aku boleh tanya soalan2 macamni? sebab aku rasa Tuhan tu maha adil, dia mesti memberikan hidayahNya untuk mereka-mereka yang inginkan jawapan-jawapan. Macam mana Allah boleh bagi jawapan? hey.. dalam al quran dan ada jawapan2 untuk semua persoalan-persoalan. Kan Islamni dah lengkap. Allah dah aturkan segala-galanya sejak dari mula sampai akhir. macam mana boleh kata lepas Rasul saww takde orang yang akan ganti Nabi saww? Siapa pengganti baginda? Nabi mana? hey.. pintu kenabian telah di tutop, dan pintu para 'imam' dari keluarga Rasul saww pula dibuka untuk umat Muhammad, tak percaya? Ikot suka, bukan ramai pon orang yang nak masuk syurga, malahan berbondong-bondong orang beratur nak masuk neraka..sikit je orang yang mencari kebenaran tu kan.. betul ker?
YA ALLAH YA TUHANKU, KENALKANLAH AKU DENGAN ZAT DIRIMU, JIKA ENGKAU TIDAK KENALKAN AKU DENGAN ZAT DIRIMU MAKA AKU TIDAK MENGENALI RASULMU, YA ALLAH YA TUHANKU, KENALKANLAH AKU DENGAN RASULMU, JIKA AKU TIDAK MENGENALI RASULMU AKU TIDAK MENGENALI HUJJAHMU, YA ALLAH YA TUHANKU, KENALKANLAH AKU DENGAN HUJJAHMU, JIKA AKU TIDAK MENGENALI HUJJAHMU, MAKA AKU TERSESAT DI DALAM AGAMAKU. YA ILAHI AMEEN...

'Love Baik'


Sebatang rokok Mild Seven ku kepilkan di tangan dan kuletakkan dibibir. Aku menyalakan lighter kecil cricket bewarna hitam dan di atsnya berwarna gold. Ku sedut asap dalam-dalam, memikirkan apa yang hendakku coretkan di blog yang semakin bertambah kunjungan penggemar-penggemar blogger ini. Sudah 2 hari aku tidak melakarkan sesuatu pada ruangan posting ini kerana aku pulang ke kampung untuk berbuat sesuatu yang penting.

Aku teringatkan kata-kata seorang teman ketika aku berada di penang. Dia mengutarakan permasaalahan tentang dirinya yang ditimpa kemalangan ketika menunggang motosikal sewaktu pulang dari kerja. Dia melanggar seekor anjing di satu selekoh yang sudah beberapa kali terjadinya eksiden. Kebanyakan kejadian kemalangan di tempat tersebut berakhir dengan kematian. Dia bersyukur kerana maseh berkesempatan untuk bernafaz dan muhasabah diri. Aku mendengar dengan teliti setiap apa yang diungkapkan oleh rakanku ini.

Tiba-tiba aku mengesan sesuatu yang pernah aku pelajari. aku mengatakan pada temanku ini, dia patut berterima kaseh kepada anjing yang juga makhluk Allah ini kerna memberikan kesempatan padanya untuk sebuah pengampunan. Ini yang aku dapat berikan pendapatku untuk kejadian yang menimpanya. Tulang rusuknya patah dan dia terpaksa berehat di rumah selama beberapa ketika. Aku mengatakan padanya setiap musibah yang menimpa orang Islam itu adalah suatu pengampunan. Alhamdulillah kataku. Dia tertawa mendengar komenku dan mula memikirkannya.

Dari imam hussain as pernah bersabda, setiap sakit kecil seperti batuk, demam, selsema dan sakit-sakit kecil yang lain adalah pengubat sakit-sakit besar di dalam badan. Kita kadangkala mengeluh kenapa kita sering saja batuk, demam dan sebagainya. Sebenarnya ini adalah pencegah sakit-sakit besar seperti serangan paru-paru, luekimia dan banyak lagi sakit-sakit yang kronik boleh dihindari apabila kita mengalami sakit-sakit kecil tadi. Bersyukurkan kalau kita sering selsema dan sebagainya. Bersin juga adalah penyembuh penyakit. So, jangan merungut atau mengeluh kalau kita dihinggapi musibah-musibah ini.

Dari Imam Musa al khazim mengatakan, tidak akan mati setiap orang mukmin selagi Allah tidak membersihkan kesemua dosa mereka. oh! member ku mula tertarik dengan apa yang aku ungkapkan. Aku memulakan dengan menceritakan kategori-kategori Mukmin,mukminat, muslim dan muslimat. Orang mukmin itu boleh dikatakan mukmin hanya jika berpegang teguh pada Amirul Mukminin. Kataku. Dan jika berpaling pada wilayah Amirul Mukminin ini, maka orang yang beragama islam ini hanya layak dikategorikan sebagai muslim dan muslimat saja. Dia mengangguk2 tanda setuju. Aku meneruskan penceritaanku tentang penghapusan dosa sebelom kematian.

Allah akan mensucikan dosa orang-orang mukmin ini dengan 3 cara. Islam ini agama yang suci, tidak akan menemui kematian setiap orang mukmin sehingga kita adalah bersih dari segala dosa-dosa yang pernah kita lakukan. Inilah janji Allah, kerna setiap orang mukmin itu tempatnya hanya layak di syurga Allah. Mana mungkin orang mukmin itu boleh berdosa untuk bertemu Allah! tegasku.

Cara pertama Allah akan sucikan dosa kita, apabila kita kaya, banyak harta, Allah akan jadikan kita miskin, papa kedana dan kita akan susah sesusah susahnya. kataku pada temanku tadi. Aku cakap pada dia, standbai.. kalau kaya jangan lupa bersedeqah dan juga khumus. kerna satu sedeqah yang kita hulurkan akan terbuka satu pintu rahmad Allah untuk kita. Mintaklah apa sahaja, pasti Allah akan memaqbulkan segala permintaan kita. Mintak supaya Allah tak sucikan dosa kita dengan memiskinkan kita! hehe aku buat lawak kat dia.

Cara kedua, Allah akan menimpakan penyakit kepada kita, sakit yang amat dahsyat, atau sakit yang mengenai kaum keluarga kita. Kalau ini berlaku, tandanya kematian kita sudah semakin hampir. Bersedia kataku. Dan cara yang paling ngeri, adalah dengan Allah memberikan mimpi yang amat ngeri sehinggakan kita sentiasa berada di dalam ketakutan yang amat sangat. Kita tak boleh lagi nak buat apa-apa, yang kita tau hanya nak beribadah saja. Dan kita akan mati di dalam ketakutan yang amat melampau. sanggup? tanyaku. Dia tak bagi respon apa-apa. Mukanya pucat tersenyih-senyih.

Inilah kasih sayang Ilahi pada hambaNya yang menunaikan janjinya seperti yang diungkapkan dalam surah al-ahzab ayat 72. Suatu amanat yang akan dipertanggungjawabkan suatu hari kelak di mahsyar. Kita salah seorang yang masih berpegang pada amanat tersebut. Dan Allah menjanjikan syurga buat para hambanya yang mendengar dan patuh.

Aku ambik lagi sebatang rokok dan menyalakan lighter untuk rokok yang ke 12 batang untuk hari ini. kadang-kadang aku merasakan asap rokok ini memberikan inspirasi dan idea-idea yang agak kusut dan boleh terleraikan. Namun bagi yang dah hisap tu, kurang-kurangkanlah demi kesihatan dan yang mana belom menjadi penagih rokok tu jangan cuba-cuba nak try. haram.. kata fatwa yusuf qordhowi. hehe.. salamz sejahtera untuk semua yang kukenali tak kira di mana anda semua berada. Dan salamz takziah juga buat Muhammad bin Hassan kerana kesedihan ke atas kewafatan nenenda fathimah binti Muhammad. Moga dirimu tabah di dalam mengendalikan umat. Salamz sayang dari semua orang-orang mukmin dan percepatkanlah kezuhuranmu.


ALLAHUMMASOLLI'ALA MUHAMMAD WA AALI MUHAMMAD WA 'AJJIL FARAJAHUM!