Sudut Kreatif

Sunday, August 30, 2009

Ya Ali (S) Madad!


ALI HI SAB KE HAI MAULA......BURA LAGE TO LAGE
YE FAISLA HAI KHUDA KA.......BURA LAGE TO LAGE

UTHAO BAZM SE APNI ALI K DISHMAN KO
TARIKA HAI YE NABI KA..........BURA LAGE TO LAGE

CHALA YE KEHTA HUA AAFTAB MAGRIB SE
KISEE KO MERA PALATNA.......BURA LAGE TO LAGE

RASULE PAK NE TARIK JANG-KHAIBER ME
ALI KO MARD KAHA THA.........BURA LAGE TO LAGE

WO JISNE FATIMA ZEHRA KI PASLIYAN TODI
KARUNGA US PER TABARRA.....BURA LAGE TO LAGE

ALI K HAQ KI JAHA PER BHI BAAT AAYEGI
NAHI KARUNGA TAQIEYYAN......BURA LAGE TO LAGE

DARE ALI PER NA JAB TAK K SIR JHUKAOGE
KUBUL HOGA NA SAJDA.............BURA LAGE TO LAGE

WO JISNE FATIMA ZEHRA KA DAR JALAYA THA
MAI USKA PHUKUNGA PUTLA......BURA LAGE TO LAGE

QASIDA JISKA PARHA HAI KHUDA NE QURAN ME
PARHENGE USKA QASIDA.............BURA LAGE TO LAGE

KISEE JAGAH HO MEHFIL CHAHE MAJLIS ME
LAGEGA HAIDERII NAARA.............BURA LAGE TO LAGE

NARA-E-HAIDERI........YA ALI......YA ALI......YA ALI....

Thursday, August 13, 2009

Panji Shanbeh


Ada seorang Muslim memiliki tetangga Nasrani. Ia berdakwah kepada tetangganya itu. Digambarkannya Islam dengan sangat indah sehingga orang Nasrani tersebut masuk Islam. Pada waktu dini hari, seseorang mengetuk pintu orang Nasrani itu. Ia bertanya : “Siapakah gerangan?” Dijawab: “Saya Fulan (yang mengajak kamu masuk Islam). Kata orang Nasrani itu: “Apa keperluanmu?” Ia berkata: “Berwudhulah, pakai kedua pakaianmu dan marilah berangkat bersama kami ke masjid.” Ia pun berwudhu, memakai pakaian, dan keluar bersamanya. Keduanya shalat masya Allah, sampai fajar. Keduanya Shalat Shubuh. Keduanya tinggal di tempat sampai pagi. Orang Nasrani berdiri untuk pulang. Muslim itu berkata: “Mau kemana? Siang ini pendek dan waktu kamu sampai Zuhur sedikit saja. Ia pun duduk bersamanya sampai shalat Zhuhur. Usai shalat Zuhur, si muslim berkata: Antara Zhuhur dan Ashar itu pendek. Ditahannya untuk tinggal sampai shalat Ashar. Usai Shalat Ashar, orang Nasrani bermaksud untuk pulang. Muslim itu berkata: “Ini waktu siang yang terakhir. Lebih pendek dari waktu awalnya.” Ditahannya orang Nasrani itu sampai shalat Maghrib. Muslim itu berkata:” Tinggal satu shalat lagi.” Tinggallah ia disitu sampai waktu Shalat Isya yang akhir. Malam berikutnya, pada waktu dini hari. Pintu diketuk lagi. “Siapa ini?” “Saya Fulan” “Apa Keperluanmu?” Berwudhulah, dan pakai pakaianmu, kita pergi lagi untuk shalat. Orang Nasrani itu sekarang berkata: “Carilah untuk agama seperti ini orang yang waktunya lebih santai dariku. Aku ini orang miskin, banyak tanggungan,” Kata Imam Ja’far as-Shadiq as yang kita baca riwayatnya dalam Bihar al-Anwar 1 Bab 5, halaman 208. “Orang Islam itu telah memasukannya ke dalam Islam dan mengeluarkannya sekaligus.” Apa yang dapat kita pelajari dari riwayat di atas? Ajarkanlah Islam itu secara berangsur – angsur. Mulailah dengan yang oaling ringan. “Mudahkanlah, jangan mempersulit. Gembirakanlah, jangan menyusahkan.” Sabda Rasulullah Saww.

"Bahtera - pencerahan dan pemberdayaan" 2004

Friday, August 7, 2009

Cintai 'Ali


Ketika Rasulullah Saww datang ke Madinah, seorang ibu menawarkan anaknya. “Ya Rasulullah. Ini anakku ingin aku serahkan padamu. Biarkan ia berkhidmat untukmu.” Katanya. Anak itu namanya Anas bin Malik, kemudian menjadi pelayan Nabi bertahun – tahun. Anas adalah orang Anshar, penduduk pribumi Madinah. Tentu banyak pengalaman hidupnya bersama Nabi. Salah satu diantaranya dikisahkan sebagai berikut:
“Pada suatu hari Rasulullah Saww mendapat hadiah, panggang burung (makanan yang lezat dan langka). Ia berdoa: Ya Allah, datangkan kepadaku makhluk yang paling Engkau cintai dan juga paling dicintai Nabi-Mu, supaya ia memakan hidangan ini bersamaku. Setelah itu datanglah Ali bin Abi Thalib kw meminta izin untuk berjumpa dengan Nabi. Kataku : Nabi sedang sibuk. Ali pergi, tetapi sesaat kemudian ia kembali lagi. Aku katakan padanya bahwa Nabi sedang sibuk. Pada kali yang ketiga, Ali kembali meminta izin menemui Nabi. Hampir saja aku mengatakan hal yang sama, tetapi dari dalam terdengar suara Nabi “Hai Abdul Hasan (gelar Ali), mengapa lama betul engkau tidak menemuiku.” Kata Ali : “Sudah tiga kali aku datang, tapi Anas selalu menolakku.” Ketika Rasulullah menegurku, aku menjawab: “aku dengar doamu tadi, aku ingin yang datang itu orang dari kaumku (Anshar).” Kata Nabi: “Seringkali orang terseret oleh kecintaan pada kaumnya.” (H.R. Al-Hakim, Lihat Usud al-Ghabah 4:30). Fanatisme golongan, kecintaan pada kelompok, seringkali membutakan orang untuk melihat kebenaran pada kelompok lain. “…Janganlah menjadi orang – orang musyrik. Yaitu, golongan yang memecah belah agamanya menjadi beberapa golongan: tiap golongan merasa senang akan apa yang ada pada mereka.” (Al-Rum : 31-32).

"Bundel al-Tanwir" Yayasan Muthahhari.