Sudut Kreatif

Saturday, August 13, 2011

SEBELOM SUBUH BERLALU


Bismillah, Alhamdulillah.. Asyhaduallaa Ila Haillallah. Wahdahu laa Syariikalah. Wa asyhaduanna Muhammadan ‘Abduhu Warosuuluh. Allahhumasolli’ala Muhammad Wa Aali Muhammad. Wa ‘Ajjil Farajahum.

Segala puji bagi Allah yang menjadikan sesuatu dengan sebab dan musabab karena sebuah Keadilan. Setiap sesuatu yang bernafaz itu sebenarnya ada ceritera yang menafsirkan yakni otak dan ilmu. Bilamana diri menjadikan keindahan penciptaan ini berliku, pasti banyak kemanisan yang akan ditempuhi. Kemanisan duniawi yang akan terus menghanyutkan segalanya. Dan pada akhirnya, kita pasti bangkit dari lena setelah mimpi pelbagai yang mencederakan. 

Kesan-kesan luka itu pasti berseri dan bercahaya jika akhir kalimat adalah penyaksian syahadah sekaligus mengungkapkan kesyahidan. Pada awalnya kita mengikuti kebathilan, namun barakah sedeqah dan sikap kebaikan membuatkan segala ketetapan itu berubah. Mungkin karena Eltimasi doa sang ibu membuatkan keredhoan itu hadir dan terus menyelamatkan. Usah bersangka buruk dan meandang enteng akan sebuah Keadilan. Dan terus berusaha tanpa berputus asa dari rahmat-Nya. Ini lebih baik dari langsung tidak menyintai apa yang telah dikurniakan. 

Terus bersyukur, dan terjun dalam makna syukur tersebut. Dan gapailah tali itu yakni doa-doa munajat yang telah ditinggalkan oleh para kekasih untuk kita terokai dan mengikuti serta taat. Karena ini adalah sebuah perintah. Sebuah arahan yang akan membawa kita terbang bersama Sang Nabi suci.

“Taatlah kepada Allah, taatlah kepada Rasul serta Ulul Amri”

Inilah jalan yang suci. Dalam kebaikan agama yang suci. Dia yang sempurna lagi Maha suci dari sebarang keburukan dan cacat cela. Serta Sang nabi yang juga terpelihara dari perlakuan manusia biasa yang mewakili ‘Azzawajalla, dan para kekasih dan belahan jiwa Nabi yakni aliran darah suci yang mengalir dari para sang Imam maksum yang mewakili Allah dan rasul-Nya menyampaikan dan terus hangat membimbing manusia di setiap zaman tanpa jemu dalam kesakitan yang dilemparkan oleh para pengikut harakah Syaiton yang tersu menghanyutkan diri dan mencari teman-teman yang boleh ditenggelamkan.

Inilah Ujian dan Larangan serta Keadilan. Bilamana akal digunakan sepenuhnya, maka terbitlah dosa-dosa dari diri. Belajar membuat kebaikan setiap hari tanpa jemu dan terus berusaha mencari Dia yang setiap hari menuntun manusia ke sisi-Nya. Inilah kehidupan yang penuh cabaran sebelum kita dibangunkan.

“Hanya orang-orang berilmu sajalah di antara para hamba-Nya yang benar-benar takut kepada Allah. “

Rasulullah SAWW bersabda, “Dunia ini hanya berlangsung selama satu jam saja, maka gunakanlah waktu itu untuk mematuhi perintah Tuhanmu.”

InsyaAllah, contohilah teladan yang baik, dan berusahalah menjadi insane yang merendah diri, tawaduk  dan bersyukur kepada Allah S.W.T, kerana Dia amat menyayangi hamba-hamba-Nya yang bersyukur dan mentaati perintah-Nya.