Sudut Kreatif

Wednesday, April 18, 2012

KEBENARAN SEBUAH KESEMPURNAAN



Bismillah… Alhamdulillah. Asyhaduallaa ilaa haillallah, Wahdahuu laa syariikalah. Wa Asy Haduannamuhammadan ‘Abduhu Warosuuluh. Allahummasolli’ala Muhammad Wa Aali Muhammad. Wa ‘Ajjil Farajahum.

Untuk sekian kalinya kita menulis di atas sebuah warkah yang berintonasikan kesedihan. Bukan karena kita ini dilanda masalah, namun inilah hikayat kehidupan manusia. Sepertimana yang pernah disabdakan oleh Sang Nabi Suci Muhammad Al amin,

“Jika kalian tahu apa yang aku tahu, sudah pasti kalian lebih banyak menangis dari ketawa.”

Begitulah hakikatnya jiwa manusia di penjara dunia ini. Kita dilahirkan untuk hidup dan terbelenggu di dalam beberapa peraturan yang telah ditetapkan oleh-Nya Sang Khalik. Dan kehidupan yang sementara ini menjadi medan pertempuran diantara kebenaran dan juga kebathilan. Salah satu perjuangan yang boleh kita dapati adalah perlawanan melawan hawa nafsu sendiri. Jangan mudah alpa dan tertewas, karena hawa nafsu yang berkobar di dalam diri ini adakalanya dipandu oleh syaiton yang terus menjahanamkan diri-diri yang ketandusan secangkir kesucian.

”Tidakkah kalian pernah melihat orang yang menjadikan hawa nafsu sebagai Tuhan mereka?”

Begitulah adanya ceritera kita di dalam penciptaan dunia yang penuh fatamorgana ini. Sedikit demi sedikit manusia itu ditewaskan hingga menjadi segerombolan kambing yang semuanya telah dibaham serigala. Hanya mereka yang menjumpai jalan menuju Tuhannya yang akan terus bertahan di dalam pelbagai situasi peperiksaan ini. Itulah pengikut agama Tuhan yang benar, dan terus memakai pakaian para utusan yang telah dijadikan sebagai pedoman untuk melayari hidup ini sebelum tiba masa yang telah dijanjikan buat seluruh manusia. Imam Jaafar Asy Sodiq AS pernah berkata,

”Manusia itu semuanya tidur, dan apabila nafas berada di kerongkongan, barulah ianya terjaga.”

Gunakanlah mata hati dan perbuatan untuk menjejaki jalan Tuhan yang telah ditetapkan. Jika kita jauh menyimpang sudah pasti titian sirath yang kita impikan tersebut akan hancur di mahsyar kelak. Jalan ini sebenarnya berlegar-legar diantara sebuah pemandangan matahati dan kesucian. Berwudzuklah wahai anak-anak Adam agar kau beroleh semua kesucian yang telah dipatrikan. Karena DIA Al Qayyum adalah Maha Suci yang telah menciptakan apa sahaja yang berkenaan sebuah kesempurnaan.

”Selamat untukmu wahai Putera Abu Thalib. Kini kau adalah maulaku dan maula setiap orang mukmin, laki-laki dan perempuan.”

16 april 2012
12.45 a.m