Sudut Kreatif

Friday, July 29, 2011

Carta Kehidupan



Assalammu'alaikum,

Buat semua teman yang sudi membaca blog aku yang pening ni, terima kasih. Mungkin dua tiga harini aku jadi rajin update, ntah apasal aku taktau. Tapi maybe aku banyak masalah kat tempat kerja sekarangni. Bukan masalah, tapi 'pressure' dengan tugasan yang aku cuba selami dan handle. Aku harap aku akan terus bersabar dan bertahan, dan pesan pada aku sendiri jangan jadi tension. Dan aku akan cuba jaga solat aku dan ibadah2 aku yang lain seperti terus istiqomah mendidik isteri, anak-anak serta teman2 yang sudi layan aku bercakap serta sabar mendengar bebelan aku setiap hari.

Dalam dunia hari ini yang penuh mencabar, pelbagai kebaikan itu tidak lagi menjadi suatu perkara yang terang malahan kebathilan pula yang dikejar oleh manusia untuk dijadikan sebagai pakaian kehidupan. Sebab itu ada pepatah mengatakan, "alah bisa tegal biasa." Kita sudah terbiasa membuat sesuatu setiap hari dan akhirnya, kita tidak sedar lagi apa yang telah kita lakukan. Beruntung jika kita berlatih membuat segala kebaikan yang akan mendatangkan keuntungan pada jiwa berserta keimanan yang akan terus terpupuk akibat dari perlakuan kita. Begitu juga sebaliknya, jika setiap hari kita menghiasi jiwa kita dengan perbuatan-perbuatan yang bersalahan dengan undang-undang Tuhan, pasti, kesannya amat ketara yang akan kita rasakan. Contohnya, kita tidak lagi merasa bersalah jika ada orang yang menegur kita berbuat kesalahan, malahan kita akan terus mempertahankan apa yang kita sedang lakukan tersebut.



Saya teringat satu ayat al-quran yang mengatakan, lebih kurang begini maksudnya, Mereka memandang baik  di atas segala apa yang mereka usahakan. Namun Allah kata tak baik. Dan dalam satu kata2 para Imam Ahlul Bayt, Manusia itu dikatakan sampai pada maqam Al Furqan. Yaitu para Malaikat akan selalu menghadiahkan kebaikan pada pandangan mata seseorang dan dia sering merasa ingin membuat kebaikan, dan keburukan menjauhi kita.  Pada suatu ketika juga,pabila seorang manusia banyak berusaha untuk menjadi manusia ataupun setiap hari berlatih mencari keredzoan Allah SWT, dia tidak nampak lagi segala kebaikan yang dia buat, malahan orang lain juga tak nampak segala yang dibuat oleh seseorang, malahan sering ternampak keburukan yang ada dalam diri.

Beginilah situasi kehidupan ini, penuh dengan gelombang-gelombang yang telah kita lakukan, serta impian-impian yang menggamit manusia sesuai dengan ilmu-ilmu yang dicari. Muga jiwa kita ketika ini terus bermuhasabah diri dan terus memakai pakaian kesabaran, ketakwaan serta tawakkal pada setiap suatu kebaikan yang telah kita usahakan. Pasti bermunafaat. InsyaAllah.

Harapan aku untuk teman-teman, keluarga dan sanak saudara serta para manusia seisinya, belajarlah memahami sesuatu dengan cara memikirkan sesuatu itu semuanya tentang Tuhan. Karena ia akan menghasilkan sebuah penyerahan yang terakhir selepas menjalani spiritualnya sebuah keimanan. Salam ke atas kalian Sang Guru yang menuntun manusia ke lembah Nainawa yang penuh kesedihan dan menguatkan jiwa untuk menghadapi harakahnya syaitan yang akan direjam bersama pengikutnya. Ya 'Ali Madad!