Powered By Blogger

Sudut Kreatif

Wednesday, February 11, 2009

Berger dan Teh o


Abang bersetuju tak dengan pendapat saya.? Abang nua tengok muka aku.. apa dia.? Tanya dia kat aku. Allah menentukan segala-galanya?. Dia mengangguk dan bersetuju dengan mukhadimah aku untuk memulakan perbualan dengannya di kedai 'kak mercedez' berhampiran dengan ofis kami.

Ok, Allah mengutuskan para nabi as sehinggalah kepada rasul yg terakhir iaitu Muhammad saww. Ungkapku. Dia mengangguk2, Dan Allah jualah yang memberikan kenikmatan beragama pada para hambaNya. Sesungguhnya asal muasalnya kejadian manusia itu kebaikan sepertimana hadis Nabi saww bersabda, anak kecil itu dilahirkan putih, bersih, suci.. pernah dengarkan hadis ni? soalku untuk mendapat respon darinya. Dia mengangguk, dan ibubapalah yg akan mencorakkan anak2 itu menjadi Yahudi... dan dia mencelah nasrani!. mmm betul reaksi aku terhadap sambungan hadis tersebut. Aku menambahkan lagi pendapatku,

Apakah abg bersetuju kalau saya katakan Allah menentukan segala-galanya dan apatah lagi tentang 'ad-Din' agamaNya Islam ini. Allah menganugerahkan kita akal, perasaan dan juga kitab. Dan memberikan kita Rasul saww untuk menerangkan makna kitab yg sebenar.. yang tepat! Dan jarak kita dengan Rasul saww itu amat jaoh.. Dan apakah Allah tidak mampu untuk mengutuskan pimpinanNya selepas kewafatan baginda saww untuk memimpin kita dan menerangkan apa itu Islam dan apa makna-makna yang tersirat dan tersurat di dalam al-Quran seperti yang Allah kehendaki. Pimpinan selepas rasul pon sebenarnya adalah pilihan Allah juga seperti mana ayat-ayat taatlah, kepada Allah, taatlah kepada rasul serta ulul amri d kalangan kamu. Inilah pimpinan Ilahi.. kerna Allahlah yang menentukan segala-galanya lagi-lagi tentang agamaNya. Tambahku lagi.

Ops, kalau engkau pergi kl nanti nak mintak tolong belikan satu buku ya, sebab malam tadi kat surau ada kelas akhidah. Pinjam buku orang. kata bang nua. Buku apa? tanyaku. Buku akhidah ahlussunah waljamaah. aku mengangguk-angguk dalam hati aku terbayang buku Ittikad ahlussunah waljamaah yang ada kat rak buku rumah aku. Yang di depannya ada gambar orang-orang syiah yang extrim seperti di India dan Pakistan yang kelihatan berdarah kepala dan badan mereka. Ini boleh menggerunkan sesiapa pon yang tidak pernah tahu pasal kelompok syiah yang ekstrim dan mendatangkan fitnah ini. Dan aku juga terkenangkan isi-isi di dalam buku tersebut yang menceritakan akhidah2 madzhab2 lain yang bertentangan dengan madzhab ahlussunah waljamaah. Namun, penceritaan di dalam buku tersebut hanya setengah jalan. macam tergantung. Syiah itu sesat. Dan kenapa kesesatan tersebut tak dihuraikan di dalam buku tersebut. Orang membaca dan yang tak fikir akan bersetuju dengan ulasan tersebut tanpa tahu dalil2nya.

Opss, sambung balik. Aku tengok jam hampir 6.15 petang.Bang nua kata dia belom solat lagi. Dan aku menggulungkan pendapat aku dengan mengatakan, dengan pendapat-pendapat orang2 seperti kita mungkin pendapat-pendapat kita sekadar pendapat dan tidak tepat seperti yang Allah mahukan. Dan kepimpinan untuk Islam itu mestilah yang Allah pilih sehinggalah tibanya hari kiamat kerna ini adalah agama Allah, dan bukan agama kita! tegasku...

Sya salah seorang staff kat ofis kami tercengang sambil terheran-heran tak faham apa yang kami sedang bualkan sambil berhenti makan berger dan memegang teh o nya dari start aku cerita tadi lagi. hehe

Tuesday, February 10, 2009

Untuk e. SYAMSUL




PASAL APA SYAMSUL BISING-BISING PASAL SYIAH?-2

Sebab SYAMSUL rasa Islam dialah yg paling sempurna..


"... Katakanlah, 'Apakah Allah telah memberikan izin kepadamu (tentang ini) atau kamu mengada-adakannya saja terhadap Allah?'" (QS. 10:59)

Bilamana suatu masalah diajukan kepada seseorang di antara mereka,[i] ia menyampaikan penilaian atasnya dari khayalannya. Bilamana masalah yang tepat seperti itu diajukan kepada orang lain, ia menyampaikan keputusan yang berlawanan. Kemudian hakim-hakim ini pergi kepada kepala yang telah mengangkat mereka, dan ia mengukuhkan semua keputusan itu, walaupun Tuhan mereka Satu (dan sama), Nabi mereka satu (dan samaj, Kitab mereka (Al-Qur'an) satu (dan sama). Apakah karena Allah memerintahkan mereka untuk berbeda dan mereka menaati-Nya, ataukah la melarang mereka tetapi mereka melanggar-Nya? Atau (apakah) Allah mengirimkan agama yang tak sempurna dan meminta mereka menolong menyempurnakannya? Atau mereka mitra-Nya dalam urusan itu sehingga merupakan bagian kewajiban mereka untuk menetapkannya dan la harus menyetujuinya? Atau, apakah Allah Yang Mahasuci mengirimkan agama yang sempurna tetapi Nabi tak mampu menyampaikannya dan menyerahkannya (kepada manusia)? Nyatanya, Allah Yang Mahasuci berkata,


"Tiadalah Kami alpakan sesuatu pun dalam Al-Kitab" (QS. 6:38),


dan mengatakan bahwa satu bagian Al-Qur'an membenarkan bagian yang lainnya, dan bahwa tak ada pertentangan di dalamnya, sebagaimana dikatakan-Nya,


"Kalau sekiranya Al-Qur'an itu bukan dari sisi Allah, tentulah mereka mendapat pertentangan yang banyak di dalamnya. " (QS. 4:82)


Sesungguhnya bagian luar Al-Qur'an menakjubkan dan bagian dalamnya mendalam (makna-maknanya). Keajaiban-keajaibannya tak akan pernah lenyap, halnya yang menakjubkan tak akan pernah habis, dan kerumitan-kerumitannya tak dapat diterangkan kecuali melaluinya (Al-Qur'an) sendiri. •

"Dan janganlah kamu mengatakan terhadap apa yang disebut-sebut oleh lidahmu secara dusta "ini halal dan ini haram", untuk mengadakan ke-bohongan terhadap Allah. Sesungguhnya orang-orang yang mengada-adakan kebohongan terhadap Allah tiadalah beruntung. (QS. 16:116)


(3) Sekiranya Allah telah meninggalkan agama sebelum sempurna, setengah jalan, karena la menginginkan supaya manusia membantu-Nya dalam menyempuraakan tatanan agama dan turut beserta-Nya dalam tugas penepatan hukum, maka kepercayaan ini jelas syirik. Apabila la mengirimkan agama-Nya dalam bentuk sempurna, tentulah Nabi telah gagal menyampaikannya sehingga ruangan itu ditinggalkan kepada orang lain untuk menerapkan khayalan dan pendapat. Ini, semoga dijaukan Allah, akan berarti kelemahan Nabi dan kekeliruan pilihan Allah.


So.. SYAMSUL.. terus mengkaji.. moga syafaat Rasul saww dan Ahlul Baytnya yg suci menanti anta d alkautsar.. ini adalah keistimewaan 'syiah' Amirul Mukminin, kota ilmu Rasulullah, dan juga pemuka pemuda syurga. Bukan mengikuti Islam yg dari jalur memotong leher cucunda baginda..


Apakah maseh mengharapkan syafaat dari baginda saww lagi? berlepas dirilah dengan insan2 yg zalim ini.. moga beroleh ketenangan..
Powered By Blogger